Akses Pemerintahan Lumpuh, Alarm Kegagalan Tata Ruang di Solok

baraNews Sumbar

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 20:45 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

SOLOK | Kawasan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kini terisolasi setelah diterjang banjir bandang dan material lumpur yang membawa bebatuan besar serta batang kayu. Fenomena alam yang dikenal warga setempat sebagai galodo ini tidak hanya meluluhlantakkan pemukiman penduduk, tetapi juga melumpuhkan akses vital menuju kawasan perkantoran Bupati Solok. Akibat tumpukan material yang menutup badan jalan, mobilitas warga serta aktivitas pemerintahan di wilayah tersebut terhenti total dan belum dapat dilintasi oleh kendaraan bermotor.

Peristiwa bencana dahsyat ini terjadi pada 22 September 2026, dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang menyebabkan Sungai Air Baling meluap secara mendadak. Luapan air yang membawa material vulkanik dan sedimentasi dalam skala masif menyapu bersih apa pun yang menghalangi arusnya, termasuk merusak sejumlah bangunan milik masyarakat. Kondisi ini diperparah dengan masih turunnya hujan di lokasi kejadian yang meningkatkan kerawanan akan terjadinya banjir susulan, sehingga petugas gabungan dari unsur SAR, kepolisian, dan instansi terkait harus menerapkan protokol pengamanan ketat dengan melarang warga mendekati zona terdampak.

Di balik kerusakan infrastruktur yang masif, upaya pencarian kini difokuskan pada seorang remaja yang dilaporkan hilang tertimbun material banjir. Tim di lapangan mengakui bahwa besarnya skala material yang menutup akses jalan menyulitkan evakuasi dan normalisasi jalur transportasi. Sejumlah warga yang kehilangan tempat tinggal atau rumahnya tertimbun lumpur kini terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau posko darurat yang disediakan oleh otoritas setempat. Ketidakpastian mengenai besaran dampak ekonomi dan jumlah keluarga yang terdampak masih menjadi catatan serius, mengingat proses pendataan yang berjalan lambat akibat terputusnya akses komunikasi dan transportasi di titik-titik krusial bencana. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Duka Daffi Korban Banjir Bandang, Peringatan Bagi Pemerintah Menimpa Kantor Bupati Solok,Untuk Waspada Terhadap Bencana Banjir Bandang
Bencana Banjir Bandang Lumpuhkan Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok
Lumpur dan Batu Menelan Kantor Pemerintahan: Bencana Galodo di Kabupaten Solok Harus Jadi Tamparan Keras bagi Mitigasi Bencana
Bencana Banjir Bandang Lumpuhkan Kawasan Perkantoran Kabupaten Solok

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:22 WIB

Pengusaha Peron Koto Sawah Ucapkan selamat Kepada Rahmat Hidayat Raih Suara Terbanyak di Pilwana Nagari Tampus Damai 

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Pengusaha Peron Koto Sawah ucapkan Selamat Kepada Ali Mahmuda Raih Suara Terbanyak di Pilwana Nagari Koto Gunung

Sabtu, 26 September 2026 - 16:18 WIB

Pengusaha Peron Koto Sawah ucapkan selamat Kepada Ramlan Sarwani (Nanang) Raih Suara Terbanyak di Pilwana Jorong Koto Sawah

Jumat, 25 September 2026 - 12:26 WIB

DPD KNPI bersama DPRD Dukung E-Voting Dengan Prasyarat yang Jelas

Kamis, 24 September 2026 - 12:43 WIB

Ns.Ali Marhot, S.kep Raih Suara Terbanyak di Pilwana Ranah Koto Tinggi Kecamatan Koto Balingka

Kamis, 24 September 2026 - 11:03 WIB

Anggota DPRD Monitoring pembangunan jembatan di Giri Maju

Senin, 21 September 2026 - 13:06 WIB

Penutupan Seleksi Grasstrack Porprov XVI Di hadiri pemkab pasbar dan anggota DPRD

Sabtu, 19 September 2026 - 22:41 WIB

Mahasiswa Sungai Aur Ahmad Fauzan Angkat Bicara Polemik Tuanku SAMBA dan KAN

Berita Terbaru

PASAMAN BARAT

DPD KNPI bersama DPRD Dukung E-Voting Dengan Prasyarat yang Jelas

Jumat, 25 Sep 2026 - 12:26 WIB