SOLOK | Kawasan perkantoran pemerintah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mendadak berubah menjadi hamparan lumpur dan material sisa longsor setelah diterjang banjir bandang. Arus deras yang membawa bongkahan batu, kayu, hingga sedimen tanah dalam jumlah besar tidak hanya merusak sejumlah infrastruktur strategis, tetapi juga melumpuhkan aktivitas organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayah tersebut. Bangunan kantor Dinas Pekerjaan Umum menjadi salah satu titik yang mengalami kerusakan cukup berat akibat terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba.
Peristiwa nahas yang memicu kepanikan warga ini terjadi pada Senin, 21 September 2026. Aliran material banjir yang menyelimuti area perkantoran setinggi puluhan sentimeter menyebabkan akses utama di jalur lintas Sumatera tertutup total, sehingga arus kendaraan yang menghubungkan Kota Solok dan Kota Padang terputus. Kondisi medan yang tertimbun material berat memaksa aparat kepolisian untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas melalui jalur alternatif Alahan Panjang demi menghindari penumpukan kendaraan di titik bencana.
Hingga saat ini, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kepolisian, dan unsur masyarakat masih berupaya keras melakukan penyisiran serta pembersihan sisa-sisa material di lokasi. Keberadaan aliran air bah yang membelah kawasan perkantoran di daerah perbukitan ini mengindikasikan adanya kerentanan lingkungan yang perlu dievaluasi serius oleh pemerintah daerah agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan. Meskipun sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, besarnya dampak kerusakan fisik pada infrastruktur pemerintahan menjadi peringatan keras bagi otoritas setempat untuk segera memperkuat mitigasi bencana di wilayah yang berada di zona rawan tersebut.




















