SOLOK | Kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kini dalam kondisi memprihatinkan setelah diterjang banjir bandang yang membawa material lumpur, bebatuan besar, dan batang kayu. Bencana alam yang terjadi pada Selasa, 22 September 2026 ini menyebabkan akses utama Jalan Padang-Solok putus total dan menghancurkan sejumlah infrastruktur vital perkantoran di wilayah Arosuka.
Data terkini menunjukkan situasi darurat di lapangan semakin kritis dengan bertambahnya jumlah korban hilang menjadi dua orang. Tim SAR gabungan hingga kini masih terus berupaya melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai dan titik terdampak. Sebelumnya, satu jenazah korban remaja berhasil ditemukan tim penyelamat di pinggiran sungai, sekitar empat kilometer dari lokasi awal kejadian, untuk kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah setempat guna proses identifikasi lebih lanjut.
Kerusakan fisik yang ditimbulkan bencana ini tergolong masif. Hampir seluruh kawasan perkantoran pemerintah mengalami kerusakan parah, bahkan dokumen-dokumen penting dilaporkan hanyut terbawa arus. Sejumlah kendaraan dinas dan alat berat milik pemerintah tertimbun material bebatuan besar, sehingga menghambat proses evakuasi. Warga yang berada di lokasi pun sempat terjebak saat air bah datang secara tiba-tiba menghantam kendaraan mereka yang sedang terparkir.
Polda Sumatera Barat telah menerjunkan 300 personel untuk membantu masyarakat serta mempercepat pembersihan akses jalan dengan mengerahkan empat unit alat berat. Meskipun kondisi perkantoran dalam keadaan rusak berat, pemerintah daerah berkomitmen untuk tetap menjaga optimalisasi pelayanan publik bagi masyarakat. Aparat kepolisian terus mengimbau warga agar menjauhi area terdampak guna menghindari risiko susulan, mengingat kerawanan material sisa banjir yang masih menumpuk di berbagai titik. (*)




















