Lumpur dan Batu Menelan Kantor Pemerintahan: Bencana Galodo di Kabupaten Solok Harus Jadi Tamparan Keras bagi Mitigasi Bencana

baraNews Sumbar

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 20:26 WIB

5051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLOK |  Kawasan perkantoran pusat pemerintahan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kini berubah menjadi hamparan lumpur pekat yang bercampur dengan bongkahan batu besar dan sisa material kayu. Fenomena banjir bandang atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai galodo tersebut meluluhlantakkan infrastruktur vital, termasuk kantor bupati dan sejumlah dinas di lingkungan pemerintah daerah setempat. Kerusakan parah terlihat jelas pada bangunan kantor dinas yang terseret arus, mobil-mobil dinas yang terbenam material sedimen, hingga arsip penting yang terendam banjir.

Bencana yang menghantam pada malam hari di awal pekan terakhir September 2026 ini bukan sekadar musibah alam biasa. Dampak kehancuran yang menyasar langsung ke jantung pusat administrasi menunjukkan betapa rapuhnya sistem mitigasi dan penataan kawasan strategis pemerintah di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Material yang terbawa dari perbukitan secara nyata menghantam bangunan utama, menciptakan pemandangan porak-poranda yang tidak hanya mengganggu pelayanan publik, tetapi juga mengancam kelangsungan operasional pemerintahan daerah.

Proses pembersihan sisa-sisa bencana pun dilakukan dengan mengerahkan unit water canon milik kepolisian dan alat berat guna memulihkan akses jalan utama penghubung Solok menuju Kota Padang yang sempat terputus total. Namun, di luar upaya pembersihan yang kini tengah berlangsung, muncul pertanyaan besar mengenai sejauh mana kajian risiko bencana diterapkan dalam pembangunan kawasan perkantoran tersebut. Apakah ruang terbuka hijau di wilayah perbukitan di atas lokasi kantor telah tergerus alih fungsi lahan sehingga tidak lagi mampu menahan laju material saat intensitas curah hujan tinggi terjadi?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengambil kebijakan. Bencana galodo di Kabupaten Solok harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen tata ruang dan mitigasi bencana di Sumatera Barat. Pemerintah daerah tidak boleh lagi abai terhadap ancaman geografis yang nyata, mengingat pembangunan infrastruktur di zona rawan seharusnya mengutamakan keselamatan dan ketahanan terhadap bencana, bukan sekadar estetik atau kedekatan akses semata. Jika sistem peringatan dini dan pencegahan tidak diperkuat secara radikal, bukan mustahil bencana dengan skala lebih besar akan kembali terulang di masa depan. (*)

Berita Terkait

Duka Daffi Korban Banjir Bandang, Peringatan Bagi Pemerintah Menimpa Kantor Bupati Solok,Untuk Waspada Terhadap Bencana Banjir Bandang
Akses Pemerintahan Lumpuh, Alarm Kegagalan Tata Ruang di Solok
Bencana Banjir Bandang Lumpuhkan Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok
Bencana Banjir Bandang Lumpuhkan Kawasan Perkantoran Kabupaten Solok

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:22 WIB

Pengusaha Peron Koto Sawah Ucapkan selamat Kepada Rahmat Hidayat Raih Suara Terbanyak di Pilwana Nagari Tampus Damai 

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Pengusaha Peron Koto Sawah ucapkan Selamat Kepada Ali Mahmuda Raih Suara Terbanyak di Pilwana Nagari Koto Gunung

Sabtu, 26 September 2026 - 16:18 WIB

Pengusaha Peron Koto Sawah ucapkan selamat Kepada Ramlan Sarwani (Nanang) Raih Suara Terbanyak di Pilwana Jorong Koto Sawah

Jumat, 25 September 2026 - 12:26 WIB

DPD KNPI bersama DPRD Dukung E-Voting Dengan Prasyarat yang Jelas

Kamis, 24 September 2026 - 12:43 WIB

Ns.Ali Marhot, S.kep Raih Suara Terbanyak di Pilwana Ranah Koto Tinggi Kecamatan Koto Balingka

Kamis, 24 September 2026 - 11:03 WIB

Anggota DPRD Monitoring pembangunan jembatan di Giri Maju

Senin, 21 September 2026 - 13:06 WIB

Penutupan Seleksi Grasstrack Porprov XVI Di hadiri pemkab pasbar dan anggota DPRD

Sabtu, 19 September 2026 - 22:41 WIB

Mahasiswa Sungai Aur Ahmad Fauzan Angkat Bicara Polemik Tuanku SAMBA dan KAN

Berita Terbaru

PASAMAN BARAT

DPD KNPI bersama DPRD Dukung E-Voting Dengan Prasyarat yang Jelas

Jumat, 25 Sep 2026 - 12:26 WIB