Ratusan Warga Agam Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Layanan Kesehatan Kewalahan

baraNews Sumbar

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 21:15 WIB

5076 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AGAM |  Sebanyak 334 warga Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal sejak Selasa, 1 September 2026. Korban berasal dari tiga nagari, yakni Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang. Gejala yang dilaporkan meliputi demam, pusing, mual, muntah, dan diare. Kondisi ini memaksa seluruh tenaga kesehatan di wilayah tersebut bekerja ekstra dalam menangani lonjakan pasien.

Menurut Camat Palupuh, Nong Rianto Dt. Maruhun, hingga Rabu siang jumlah korban terus bertambah. “Nagari yang terdampak di Palupuh, Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang. Totalnya 334 orang,” ujarnya. Tim dari kecamatan telah dikerahkan untuk mendampingi dan memantau langsung proses penanganan korban di puskesmas maupun sejumlah rumah sakit di Bukittinggi. Pemerintah kecamatan juga menegaskan bahwa penyebab keracunan masih dalam penyelidikan dan belum dapat disimpulkan berasal dari makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat dikonsumsi korban sehari sebelumnya. “Kita belum bisa memastikan karena mengonsumsi MBG, tapi data 334 orang memang mengalami keracunan sejak kemarin,” tambah Nong.

Dari jumlah korban, mayoritas adalah pelajar. Berdasarkan data kecamatan, 274 siswa sekolah dasar dan 19 guru SD menjadi yang terbanyak terdampak. Selain itu, 40 siswa dan dua guru SMPN 1 Palupuh ikut mengalami gejala keracunan. Kepala SDN 08 Nan Limo, Jonnedi, membenarkan bahwa sejumlah siswanya mengeluh mual hingga sakit perut sejak Selasa pagi, setelah sehari sebelumnya mengonsumsi MBG. “Anak-anak ini mengonsumsi MBG pada Senin lalu dan tidak ada kendala. Namun, pada Selasa mulai merasakan gejala keracunan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menu terakhir yang disebut dikonsumsi penerima MBG di Koto Rantang adalah telur puyuh dan tempe. Hal ini dibenarkan Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya. “Menu terakhir yang disantap oleh siswa, ibu menyusui, dan anak bayi adalah telur puyuh dan tempe. Menunya sama baik di sekolah maupun posyandu,” kata Novri.

Hingga Rabu, antrean pasien di puskesmas dan rumah sakit terus bertambah. Puskesmas di wilayah Palupuh disebut kewalahan melayani warga yang datang dengan gejala yang rata-rata serupa. Mereka dengan kondisi lebih serius dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi untuk penanganan lanjutan. “Sejak kemarin hingga hari ini antrean di puskesmas sangat banyak dan panjang, petugas kesehatan kewalahan karena melayani pasien,” tambah Novri.

Sampai saat ini, pihak kecamatan bersama tenaga kesehatan masih mendalami kejadian tersebut. Pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan apa penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami warga. Pemerintah daerah menegaskan penanganan seluruh korban menjadi prioritas utama, seraya meminta masyarakat tetap tenang namun waspada terkait setiap makanan yang dibagikan dalam program bantuan.

Kasus ini menjadi perhatian luas dan menambah daftar kejadian serupa di sejumlah daerah yang sebelumnya juga mengalami hal serupa terkait program makanan sehat pemerintah. Pemerintah daerah didesak segera mengumumkan hasil investigasi agar masyarakat memperoleh kejelasan dan kepastian tentang keamanan program serupa di masa mendatang.

Berita Terkait

Semangat kebersamaan dan gotong royong mewarnai penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Agam

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:22 WIB

Pengusaha Peron Koto Sawah Ucapkan selamat Kepada Rahmat Hidayat Raih Suara Terbanyak di Pilwana Nagari Tampus Damai 

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Pengusaha Peron Koto Sawah ucapkan Selamat Kepada Ali Mahmuda Raih Suara Terbanyak di Pilwana Nagari Koto Gunung

Sabtu, 26 September 2026 - 16:18 WIB

Pengusaha Peron Koto Sawah ucapkan selamat Kepada Ramlan Sarwani (Nanang) Raih Suara Terbanyak di Pilwana Jorong Koto Sawah

Jumat, 25 September 2026 - 12:26 WIB

DPD KNPI bersama DPRD Dukung E-Voting Dengan Prasyarat yang Jelas

Kamis, 24 September 2026 - 12:43 WIB

Ns.Ali Marhot, S.kep Raih Suara Terbanyak di Pilwana Ranah Koto Tinggi Kecamatan Koto Balingka

Kamis, 24 September 2026 - 11:03 WIB

Anggota DPRD Monitoring pembangunan jembatan di Giri Maju

Senin, 21 September 2026 - 13:06 WIB

Penutupan Seleksi Grasstrack Porprov XVI Di hadiri pemkab pasbar dan anggota DPRD

Sabtu, 19 September 2026 - 22:41 WIB

Mahasiswa Sungai Aur Ahmad Fauzan Angkat Bicara Polemik Tuanku SAMBA dan KAN

Berita Terbaru

PASAMAN BARAT

DPD KNPI bersama DPRD Dukung E-Voting Dengan Prasyarat yang Jelas

Jumat, 25 Sep 2026 - 12:26 WIB